Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Mungkin kita pernah mendengar soal Pondok Pesantren Attaqwa, tapi bagaimana Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra? mari simak posting berikut ini dengan baik.

Pondok Pesantren Attaqwa adalah pondok pesantren tertua di Bekasi. Adalah saksi sejarah perjuangan sang pendirinya, yaitu Almaghfurlah Bapak KH. Noer Alie. Hampir semua orang Bekasi hafal diluar kepala dimana pesantren itu berada. Maklum Almagfurlah Bapak KH. Noer Alie bagaikan Bapak Spiritual Warga Bekasi, sampai-sampai namanya sendiri, lebih di kenal di banding nama pesantren yang dibangunnya, yaitu Pondok Pesantren Attaqwa.

Berawal dari sebuah masjid disamping rumah KH Noer Alie, kini Pondok Pesantren Attaqwa terbentang seluas 24 HA. 16 HA untuk santri putra dan 8 HA untuk santri Putri, antara Pondok Putra dengan Pondok Putri berjarak kurang lebih 300M, dengan lokasi yang terpisah dan dewan guru yang berbeda, hal ini dimaksudkan agar, para santri baik putra dan putri mendapatkan perhatian yang optimal dari pengurus pondoknya masing-masing.

Abuya KH. Nurul Anwar - Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Abuya KH. Nurul Anwar – Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Pondok Pesantren Attaqwa Putra yang berusia lebih dari setengah abad ini telah banyak berkiprah dalam pembinaan ummat khususnya pendidikan. Sepeninggal Almaghfurlah Bapak KH. Noer Alie, Pondok Pesantren Attaqwa Putra diasuh oleh putranya yang kelima, yakni Abuya KH Nurul Anwar, beliau tidak hanya terjun membina para santri, tapi juga mengabdikan dirinya pada masyarakat, memimpin pengajian di beberapa majlis taklim atau masjid yang berada di Bekasi dan sekitarnya.

KH. Noer Alie sebagai pendiri Pesantren ini, menginginkan para santrinya menjadi ummat yang Benar, Pintar dan Terampil, dan kemudian ini dijadikan visi dan misi Attaqwa, sehingga dalam metode pendidikan di Pesantren ini di kenal dengan kolaburasi system kurikulum Timur Tengah dan kurikulum dalam negri.

Dan untuk penanganan para santri secara maksimal, maka pada tahun 1998, Pondok Pesantren Attaqwa Putra di bagi menjadi dua lembaga, yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Juga pada awal tahun 2016, Pondok Pesantren Attaqwa Putra membuka Lembaga Tahfidzul Qur’an.

Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Masjid Pondok Pesantren Attaqwa dahulu

Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Bicara soal Pondok Pesantren Attaqwa tentu kita mengenang nama Ujungmalang (dahulunya Ujungharapan) dan KH. Noer Alie. Bagaimana sejarah singkatnya?

Berawal dari sebuah kampung di pinggir Utara Bekasi, yang bernama Ujungmalang. Sebagai cikal-bakal Ujungharapan, sebuah daerah yang sejuk dan damai, keramah-tamahan masyarakatnya terlihat jelas dari kehidupan sehari-hari penduduknya. Di antara sekian banyak penduduk yang tinggal di kampung tersebut, terdapat sebuah keluarga yang sangat harmonis, rukun dan taat beragama, dari keluarga inilah lahir seorang anak yang kelak akan menjadi seorang tokoh kharismatik, seorang ulama yang juga sekaligus sebagai pejuang kemerdekaan “Noer Ali” namanya, seorang anak yang memiliki tekad kuat, untuk menciptakan kampung Ujungmalang menjadi “Kampung Syurga”.

Galery Photo Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Masjid Pondok Pesantren Attaqwa
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Masjid Pondok Pesantren Attaqwa
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Kegiatan Apel Pagi
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Kegiatan Apel Pagi
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Lapangan Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Masjid Pondok Pesantren Attaqwa
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Kegiatan Apel Santri
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Kegiatan Senam Bersama
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Kegiatan Berziarah
Profile Pondok Pesantren Attaqwa Putra
Kegiatan Berziarah

Ia dilahirkan pada tanggal 15 Juni 1913 dan merupakan anak ke empat dari pasangan H. Anwar bin H.Layu dan Hj. Maimunah binti Tarbin. Noer Alie kecil tumbuh dan berkembang layaknya anak-anak lain pada umumnya. Sejak kecil, ia sudah memiliki kelebihan-kelebihan di banding anak-anak lain seusianya. Sejak kecil ia sudah gemar belajar ilmu-ilmu agama dan pada usianya yang ketujuh atau sekitar tahun 1921 ia belajar pada guru H. Ma’sum di Ujungmalang sampai tahun 1923, kemudian pada tahun 1923-1929 ia belajar  pada KH. Mughni, dari KH. Mughni inilah ia mengenal KH. Ahmad Marzukih di daerah Cipinang Jakarta Timur dan belajar kepada beliau pada tahun 1929-1933. Di tempat inilah Noer Alie mengenal sejumlah teman, yang kelak menjadi ulama terkenal di bilangan Jabotabek, diantaranya adalah Abdullah Syafi’ie, Abdurahamn Sodri, Mukhtar Thabrani, Hasbialloh dan lain-lain. Bakat kepemimpinan Noer Alie memang sudah menonjol sejak kecil, ia tak mau berada di belakang di saat bermain, sehingga dalam sebuah kesempatan ia senantiasa menjadi pemimpin.

Bagaimana sejarah selanjutnya? Anda penasaran? Kita simak Video Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra berikut ini :

Terima kasih sudah membaca posting berikut ini dan juga sudah menonton Video Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Semoga bermanfaat Aamiin

admin

Terima kasih sudah berkunjung ke website kami. Semua posting dalam website ini semoga bermanfaat untuk anda. untuk informasi silahkan tulis pertanyaan anda di bawah ini. Anda juga bisa mendaftar dengan account facebook. silahkan klik tombol login

5 thoughts on “Profil Pondok Pesantren Attaqwa Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *